Gambar Thumbnail generate AI
Isak tangis dan duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali. Massa mengeroyok KD hingga meninggal dunia setelah ia diduga mencuri ayam aduan. Sebuah video viral merekam suasana pilu pemakaman KD, yang kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. Peristiwa tragis ini memicu perhatian signifikan, tidak hanya karena insiden pengeroyokan itu sendiri, tetapi juga karena dampak emosional yang keluarga korban alami. Kasus ini menyoroti kompleksitas penegakan hukum dan keadilan di tengah amarah warga yang memuncak, serta memunculkan pertanyaan tentang batas-batas tindakan main hakim sendiri.
Duka Mendalam Warnai Pemakaman Terduga Pencuri Ayam di Bali
Sebuah video yang belakangan viral di media sosial merekam suasana pilu saat pemakaman KD, terduga pencuri ayam di Bali. Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulungnya telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, dan anak bungsu di kelas 1 SD. Sutama merasakan kesedihan mendalam saat ikut menjemput jenazah korban, terutama ketika ia menyaksikan respons sedih anak-anak KD yang masih kecil dan tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Pihak keluarga mengatakan mereka telah mengikhlaskan kepergian almarhum dan menganggap peristiwa yang menimpa ayah mereka sebagai sebuah musibah yang tak terhindarkan. Menurut Sutama, keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan kematian KD. Sutama membuat pernyataan ini pada Minggu (26/7), menegaskan bahwa keluarga telah menerima takdir tersebut dengan lapang dada. Prosesi pemakaman ini menjadi titik akhir bagi perjalanan hidup KD, namun meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya yang harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah. Anda bisa menemukan informasi lebih lanjut mengenai suasana pemakaman di CNN Indonesia.
Kronologi Insiden dan Penyelidikan Polisi
Insiden pengeroyokan yang mengakibatkan kematian KD berlangsung tiga hari sebelum pemakaman, tepatnya pada Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Peristiwa tragis ini terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa warga mengetahui KD saat ia melakukan dugaan pencurian seekor ayam milik warga setempat. Setelah itu, warga ramai-ramai main hakim sendiri hingga KD meninggal di lokasi kejadian. Polisi baru tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mengambil barang bukti. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan seekor ayam, sebilah golok yang diduga milik KD, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Warga juga membakar satu unit sepeda motor yang diduga milik KD di lokasi kejadian. Kepolisian Polres Tabanan telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengeroyokan ini. Saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian. Penyelidikan tidak hanya fokus pada dugaan pencurian ayam yang berlangsung, tetapi juga akan mendalami peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan kematian terduga pelaku. Amarah warga setelah maraknya kasus pencurian ternak beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut memicu pengeroyokan itu sendiri.
Bantuan Hukum dari PDIP dan Seruan Keadilan
Kasus kematian KD akibat pengeroyokan massa ini menarik perhatian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai tersebut berencana memberikan pendampingan hukum kepada keluarga KD. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan komitmen partainya untuk segera menindaklanjuti dan memberikan bantuan kepada korban. Hasto membuat pernyataan ini di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Jakarta, pada Ahad, 26 Juli 2026. Hasto menekankan bahwa ketegasan hukum tidak boleh hanya menyasar rakyat kecil yang menghadapi kesulitan ekonomi. Ia mengkritik adanya ketidakadilan, terutama jika pihak berwenang menunjukkannya secara ekstrem kepada rakyat yang mungkin menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan saat ini. Menurut Hasto, situasi ini sangat kontras dengan proses penegakan hukum yang berlangsung pada kasus-kasus pelanggaran hukum yang lebih besar, yang justru tidak mendapatkan sanksi seberat tindak pidana yang pelaku lakukan. PDIP berpandangan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan keadilan, terlepas dari status sosial atau dugaan tindak pidana yang ia lakukan. Upaya PDIP untuk memberikan bantuan hukum ini, pihak partai berharap, dapat memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan adil bagi semua pihak yang terlibat. Anda bisa membaca informasi lebih lanjut mengenai dukungan hukum dari PDIP di Tempo.co.
Kematian KD di Tabanan, Bali, setelah ia diduga mencuri ayam dan massa mengeroyoknya, telah membuka babak baru dalam diskusi mengenai keadilan dan penegakan hukum. Dengan lima tersangka yang Kepolisian Polres Tabanan telah menetapkan dan tawaran bantuan hukum dari PDIP, kasus ini terus bergulir. Duka keluarga yang mendalam, ditambah dengan keputusan mereka untuk mengikhlaskan kepergian KD sebagai musibah, menambah kompleksitas narasi. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya proses hukum yang adil dan tidak memihak, serta bahaya main hakim sendiri yang dapat berujung pada konsekuensi fatal. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat menegakkan keadilan secara menyeluruh dalam kasus ini.