Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia hiburan China kini menghadapi realitas pahit disrupsi teknologi, sebuah kisah yang terwujud nyata melalui perjalanan seorang aktor drama pendek (dracin) bernama Xu Peng. Pria berusia 30 tahun ini, yang sebelumnya dikenal luas di industri drama vertikal-pendek, telah mengambil langkah drastis: meninggalkan gemerlap panggung hiburan untuk kembali ke kampung halamannya dan menjadi penjual sayur. Keputusan drastis ini diambil setelah tawaran pekerjaan sebagai aktor nyaris menghilang, sebuah dampak langsung dari pesatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi drama. Perjalanan Xu Peng, dari layar kaca yang glamor ke pasar tradisional yang sederhana, tidak hanya menarik perhatian publik tetapi juga memicu diskusi mendalam tentang masa depan pekerjaan di era digital yang terus berkembang. Kisahnya menjadi simbol adaptasi dan ketahanan di tengah perubahan yang tak terhindarkan.
Karier Gemilang yang Redup Akibat AI
Xu Peng, aktor berbakat asal China, pernah menikmati puncak karier yang menjanjikan di industri drama vertikal-pendek yang berkembang pesat di negaranya. Ia dikenal berkat perannya sebagai karakter “CEO dominan” dalam berbagai drama mikro, sebuah genre yang sangat digemari banyak penonton. Pada masa jayanya, jadwal syuting Xu bisa mencapai 15 hingga 16 jam setiap hari, sebuah indikasi tingginya permintaan akan bakat aktingnya. Namun, lanskap industri hiburan mulai berubah secara fundamental dan cepat. Dalam beberapa bulan terakhir, teknologi AI berkembang sangat pesat di industri drama pendek China. Perkembangan ini tidak hanya mengubah cara produksi drama tetapi juga secara signifikan mengurangi kebutuhan akan aktor manusia. Xu sendiri mengungkapkan bahwa kemajuan produksi berbasis AI membuat tawaran pekerjaan sebagai aktor nyaris tidak ada lagi. Setelah menyelesaikan proses syuting drama terakhirnya pada Maret lalu, ia praktis tidak menerima tawaran peran baru. Kondisi yang tidak menentu ini memaksanya untuk mengambil keputusan besar: menghentikan sementara kariernya di dunia hiburan dan kembali ke kampung halamannya di pedesaan Provinsi Shandong, mencari jalan hidup yang baru dan lebih stabil.
Aktor Dracin Jualan Sayur: Sebuah Babak Baru Kehidupan
Kembali ke akar, Xu Peng kini menjalani keseharian yang sangat kontras dengan kehidupan lamanya sebagai seorang aktor. Hampir setiap hari, ia mengendarai mobil listrik milik keluarganya menuju pasar tradisional setempat. Di sana, ia mengangkut dan menjual sayuran segar hasil panen sang kakek. Pria yang dulunya berakting di depan kamera, memerankan karakter-karakter kuat dan karismatik, kini sibuk menata dagangan, menimbang sayuran, dan melayani pembeli dengan ramah di pasar. Keputusan ini, tentu saja, sempat membuat keluarga dan teman-temannya merasa heran dan mungkin sedikit khawatir akan masa depannya. Namun, Xu dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan perubahan profesinya. “Berakting hanyalah sebuah pekerjaan,” ujar Xu, mengutip Straits Times pada Kamis (9/7/2026). Ia menambahkan, “Jika tidak ada peran yang bisa saya ambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya mencari nafkah secara jujur melalui kerja keras, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya lewati.” Pernyataan ini mencerminkan ketangguhan mental dan pragmatisme yang luar biasa dari seorang individu yang menghadapi perubahan besar dalam hidupnya, menunjukkan bahwa martabat pekerjaan terletak pada kejujuran dan usaha, bukan pada status sosialnya semata.
Viral dan Gelombang Dukungan Publik untuk Xu Peng
Transformasi hidup Xu Peng menarik perhatian publik. Foto dan video aktivitasnya saat berjualan sayur dengan cepat menyebar dan viral di berbagai platform media sosial. Kisahnya dengan cepat menarik simpati dan kekaguman dari banyak netizen di seluruh China. Banyak komentar positif membanjiri unggahan tersebut, memuji ketangguhan serta kesediaannya mencari penghasilan dengan cara yang jujur, tanpa merasa malu dengan profesi barunya. Perhatian publik yang meluas ini juga memicu gelombang dukungan yang nyata. Banyak penggemar, yang terinspirasi oleh kisahnya, datang langsung ke pasar tempat Xu berjualan untuk memberikan dukungan moral dan membeli dagangannya. Fenomena ini tidak hanya menyoroti kisah pribadi Xu Peng yang inspiratif, tetapi juga membuka mata banyak orang terhadap realitas dampak AI terhadap pasar kerja, khususnya di sektor kreatif yang banyak orang anggap aman dari otomatisasi. Kisah Xu Peng menjadi pengingat kuat bahwa adaptasi dan ketekunan adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak AI terhadap berbagai sektor industri, Anda bisa membaca artikel terkait di CNBC Indonesia.
Conclusion:
Perjalanan Xu Peng dari aktor populer menjadi penjual sayur adalah cerminan nyata dari perubahan lanskap pekerjaan yang dibawa oleh kemajuan teknologi. Kisahnya bukan hanya tentang seorang individu yang beradaptasi, tetapi juga tentang tantangan yang banyak profesional hadapi di berbagai bidang yang kini harus bersaing atau beradaptasi dengan kecerdasan buatan. Meskipun AI menawarkan efisiensi dan inovasi yang luar biasa, dampaknya terhadap pekerjaan manusia tidak bisa diabaikan, dan seringkali memerlukan penyesuaian yang signifikan dari individu maupun industri. Ketekunan dan semangat Xu Peng dalam mencari nafkah secara jujur, terlepas dari profesi sebelumnya, telah menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada keadaan. Ini adalah kisah tentang resiliensi, kejujuran, dan kemampuan untuk menemukan nilai dalam pekerjaan apa pun, bahkan ketika jalan yang diharapkan tertutup oleh gelombang inovasi yang tak terbendung. Dampak AI yang semakin meluas di berbagai industri, termasuk hiburan, telah menjadi topik hangat yang para ahli terus bahas dan analisis di seluruh dunia. Anda dapat menemukan analisis mendalam tentang fenomena ini dan bagaimana AI mengubah dunia kerja pada sumber berita terkemuka seperti CNBC Indonesia.