Timnas Inggris berhasil mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah meraih salah satu kemenangan terbesar mereka di fase gugur. Dalam pertandingan yang penuh drama dan ketegangan di Stadion Azteca, Inggris menaklukkan tuan rumah bersama Meksiko dengan skor 3-2. Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah pernyataan ketahanan dan semangat juang yang luar biasa dari skuad Thomas Tuchel, yang harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk bermain dengan sepuluh pemain di sebagian besar babak kedua.
Laga babak 16 besar ini, yang sempat tertunda satu jam, menjadi panggung bagi Jude Bellingham untuk menunjukkan kelasnya. Gelandang muda tersebut mencetak dua gol cepat dalam rentang waktu 98 detik di babak pertama, membawa Inggris unggul dan membungkam puluhan ribu suporter Meksiko yang memadati Azteca. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Julian Quiñones berhasil memperkecil ketertinggalan Meksiko menjelang turun minum, memanfaatkan tendangan bebas yang dianggap ‘lunak’ oleh beberapa pihak. Pertandingan ini disaksikan oleh 80.824 penonton yang memadati stadion legendaris tersebut, menciptakan atmosfer yang sangat menekan bagi tim tamu.
Bellingham dan Kane Pahlawan di Azteca
Sejak awal, pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Inggris, terutama dengan keuntungan kandang dan ketinggian yang dimiliki Meksiko. Namun, semangat juang para pemain Inggris tidak tergoyahkan. Jude Bellingham, yang tampil gemilang, membuka keunggulan pada menit ke-36 dan menggandakannya pada menit ke-38, menempatkan Inggris dalam posisi yang sangat menguntungkan. Dua gol cepat ini menjadi momen krusial yang mengubah dinamika pertandingan. Namun, Meksiko tidak menyerah begitu saja. Julian Quiñones berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-42, menjaga asa timnya tetap hidup sebelum jeda. Anda bisa membaca laporan lengkap pertandingan ini di Sky Sports.
Babak kedua dimulai dengan insiden yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Pada menit ke-54, bek Inggris, Jarell Quansah, diganjar kartu merah, memaksa tim Thomas Tuchel bermain dengan sepuluh orang. Situasi ini tentu saja meningkatkan tekanan dan tantangan bagi Inggris. Namun, alih-alih menyerah, mereka justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Harry Kane, sang kapten, berhasil mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-60, mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 3-1. Meksiko kembali memperkecil skor melalui penalti Raúl Jiménez pada menit ke-69, membuat sisa pertandingan menjadi sangat menegangkan. Pertahanan heroik Inggris di sisa waktu pertandingan menjadi kunci untuk mengamankan kemenangan tipis ini, menghadapi gempuran bertubi-tubi dari Meksiko yang berusaha menyamakan kedudukan.
Ketahanan Luar Biasa Memastikan Inggris Lolos Perempat Final
Perjalanan Inggris menuju perempat final ini diwarnai dengan berbagai rintangan yang berhasil mereka atasi dengan gemilang. Selain keunggulan kandang Meksiko dan ketinggian yang signifikan, tim juga harus menghadapi penundaan kick-off selama satu jam. Namun, tantangan terbesar datang ketika Jarell Quansah diusir keluar lapangan, memaksa Inggris bermain dengan sepuluh pemain selama sebagian besar babak kedua. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan ini, disiplin taktis dan semangat juang kolektif skuad Thomas Tuchel benar-benar diuji. Para pemain menunjukkan kemampuan untuk ‘menggali lebih dalam’ dan bertahan secara heroik setelah gol-gol dari Bellingham dan penalti Kane. Fakta bahwa Meksiko belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini sebelum Bellingham mencetak dua gol cepatnya, semakin menyoroti betapa impresifnya penampilan Inggris. Kemenangan ini bukan hanya tentang skor, tetapi juga tentang mentalitas dan karakter yang ditunjukkan oleh tim yang bertekad untuk melangkah jauh di Piala Dunia ini. Dengan demikian, **Inggris Lolos Perempat Final** dengan cara yang paling dramatis dan mengesankan.
Menanti Norwegia dan Ancaman Haaland
Setelah melewati rintangan Meksiko, Inggris kini bersiap menghadapi lawan berikutnya di perempat final: Norwegia. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu. Norwegia sendiri berhasil menciptakan sejarah dengan mengalahkan Brasil 2-1 di babak 16 besar, menandai pertama kalinya mereka mencapai perempat final Piala Dunia sejak tahun 1998. Bintang utama Norwegia, Erling Haaland, sekali lagi menjadi sorotan setelah mencetak dua gol krusial pada menit ke-79 dan 11 menit kemudian, memastikan kemenangan timnya. Haaland, yang kini sejajar dengan Kylian Mbappe dari Prancis dan Lionel Messi dari Argentina di puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol, adalah ancaman terbesar yang harus diwaspadai Inggris. Mantan pemain sayap Skotlandia, Pat Nevin, menyebut gol kemenangan Haaland sebagai sesuatu yang luar biasa, mengatakan, “Tidak ada peluang di sana. Bahkan bukan setengah peluang, seperempat peluang. Tidak ada.” Mantan striker Inggris, Ian Wright, juga menambahkan, “Dia tidak perlu banyak menyentuh bola.” Haaland telah memberikan kepercayaan diri yang besar kepada seluruh negaranya bahwa mereka bisa melangkah sangat jauh dalam kompetisi ini, seperti yang diungkapkan Wayne Rooney. Untuk informasi lebih lanjut mengenai performa Haaland, Anda dapat membaca artikel BBC Sport.
Pertemuan antara Inggris dan Norwegia di perempat final diprediksi akan menjadi laga yang tak kalah seru. Inggris akan mengandalkan kekuatan kolektif dan semangat juang yang telah mereka tunjukkan, sementara Norwegia akan bertumpu pada ketajaman dan insting gol Erling Haaland yang mematikan. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi kedua tim di Piala Dunia 2026.