Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan awal pekan ini, Senin (27/7/2026), dengan pelemahan signifikan. Pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pagi hari mengejutkan pasar modal Indonesia. Kabar ini memicu reaksi di kalangan pelaku pasar, menyebabkan IHSG melemah ke level 6.180.
Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.00 WIB, IHSG membuka perdagangan di posisi 6.185, kemudian turun 15,78 poin atau minus 0,25 persen ke level 6.180. Sepanjang awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.188 dan terendah 6.172. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.868,984 triliun. Volume perdagangan mencapai 652,05 juta saham dengan nilai transaksi Rp359,52 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 72.988 kali. Pada pembukaan, sebanyak 185 saham menguat, 237 melemah, dan 250 stagnan, menunjukkan tekanan jual yang mendominasi.
Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI menjadi sorotan utama. Bank Indonesia menyampaikan kabar ini dalam konferensi pers di Gedung BI Jakarta pada Senin (27/7/2026) pagi. Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden telah menerima secara resmi surat pengunduran diri Gubernur BI kemarin. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti kemudian mengumumkan bahwa Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026. Sesuai dengan Pasal 48 ayat 1 (a) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli 2026 menetapkan Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara. Perry Warjiyo mengakhiri masa kepemimpinannya di BI setelah menjabat sejak tahun 2018.
Dampak Pengunduran Diri terhadap Pasar Modal
Tidak hanya IHSG, nilai tukar mata uang Garuda juga merasakan dampak dari kabar mengejutkan ini. Rupiah mengawali perdagangan awal pekan di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (27/7/2026), rupiah melemah ke posisi Rp17.960/US$, atau terdepresiasi sebesar 0,14 persen. Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/7/2026), saat rupiah menutup perdagangan turun 0,25 persen ke level Rp17.935/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB tengah mengalami koreksi 0,3 persen dan turun ke level 101,164. Pelaku pasar juga menunjukkan sikap wait and see menjelang sederet agenda penting ekonomi global pekan ini, menambah sentimen negatif di pasar.
Analisis Pergerakan IHSG Melemah
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi bahwa IHSG masih akan bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini. Hal ini terjadi setelah indeks melemah dan bergerak di bawah MA60, meskipun peluang rebound jangka pendek mulai muncul. Herditya menyatakan, “Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.146. Sementara itu, jika terjadi rebound, indeks berpeluang menguat menuju area 6.198-6.222.” Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.111, 6.007 dan resistance 6.599, 6.705 untuk hari ini.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memprediksi indeks saham masih bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini. Namun, ia menambahkan bahwa peluang untuk melanjutkan penguatan masih ada selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.074. Ivan menjelaskan, “Jika IHSG menutup perdagangan di bawah 6.147, koreksi berpotensi berlanjut hingga menguji support 6.074. Namun selama level 6.074 tetap bertahan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.545.” Prediksinya menempatkan IHSG bergerak di level support 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971, serta resistance 6.545, 6.688, dan 6.835 untuk hari ini.
Antisipasi Pasar di Tengah Ketidakpastian
Pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo secara sukarela karena alasan pribadi telah menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. Reaksi cepat terlihat dari IHSG melemah dan depresiasi rupiah. Meskipun ada pandangan bahwa fase koreksi sedang terjadi, para analis juga melihat potensi rebound jika level support kunci dapat dipertahankan. Pasar akan terus mencermati perkembangan selanjutnya, terutama dengan Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai pejabat Gubernur sementara, serta agenda ekonomi global yang akan datang.