Gambar thumbnail generate AI
Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah Juru Bicara (Jubir) sekaligus Staf Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, mengembuskan napas terakhirnya di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Tim medis RS Hermina IKN menyatakan Troy Pantouw meninggal dunia karena penyebab alami pada usia 58 tahun. Kepergian mendiang Troy Pantouw meninggalkan duka mendalam, mengingat perannya sebagai salah satu pionir yang mengawal babak baru pemindahan ibu kota negara.
Detik-detik Penemuan dan Upaya Penyelamatan Jubir IKN Troy Pantouw
Kronologi meninggalnya Jubir IKN Troy Pantouw bermula pada pagi hari Sabtu, 25 Juli 2026. Troy Pantouw sejatinya dijadwalkan bertolak ke Balikpapan pukul 08.00 WITA untuk memimpin ibadah di salah satu gereja setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Troy sudah terbangun dan beraktivitas secara normal sejak pukul 06.00 WITA. Namun, kecurigaan muncul saat sopir pribadinya mencoba menghubungi Troy menjelang waktu keberangkatan. Panggilan telepon berulang kali tidak mendapatkan respons dari mendiang.
Khawatir terjadi sesuatu, sopir tersebut berinisiatif mendatangi langsung kamar nomor 102 yang Troy tempati di Rusun ASN 3. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, yang kebetulan tinggal berhadapan langsung dengan kamar almarhum, menjelaskan detail penemuan tersebut. “Pintu diketuk dan namanya dipanggil, tetapi tetap tidak ada jawaban. Kami kemudian memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar yang terkunci,” ujar Thomas. Setelah pintu berhasil dibuka, mereka menemukan Troy Pantouw sedang berbaring di atas tempat tidur dalam kondisi sudah tidak bernapas. Pihak Otorita IKN segera melarikan almarhum ke rumah sakit terdekat guna memastikan keadaannya secara medis.
Konfirmasi Medis dan Riwayat Kesehatan Almarhum
Setibanya di Rumah Sakit (RS) Hermina IKN, tim dokter segera memeriksa Troy Pantouw. Mereka membawa beliau ke RS sekitar pukul 12.45 WITA. Setelah serangkaian pemeriksaan, pada pukul 14.25 WITA, dokter memastikan bahwa Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami. Pemeriksaan fisik awal tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi juga mengonfirmasi bahwa pihak keluarga menyampaikan almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat. Pembaca dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai detik-detik kepergiannya pada artikel Kronologi Meninggalnya Jubir IKN Troy Pantouw di Rusun ASN Nusantara. Kejelasan mengenai penyebab alami ini memberikan ketenangan di tengah duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kerja di Otorita IKN.
Penghormatan Terakhir dan Perjalanan Jenazah Troy Pantouw ke Jakarta
Usai kepastian medis diperoleh, jajaran pejabat Otorita IKN mendampingi proses pemulasaraan di RS Hermina IKN. Mereka menyelesaikan seluruh proses penanganan awal, administrasi medis, dan penghormatan terakhir pada Sabtu sore. Otorita IKN kemudian langsung memberangkatkan jenazah Troy Pantouw menuju bandara untuk penerbangan ke Jakarta. Pihak Otorita IKN memperkirakan jenazah akan tiba di rumah duka di Jakarta pada Minggu, 26 Juli 2026, pagi. Otorita IKN mengambil keputusan menerbangkan jenazah setelah mereka menyelesaikan seluruh prosedur di Kota Nusantara dengan baik.
Kepergian Troy Pantouw menyisakan duka yang mendalam bagi jajaran Otorita IKN. Rekan-rekan mengenang mendiang sebagai salah satu figur awal yang mengawal babak baru pemindahan ibu kota negara. Bersama Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Thomas Umbu Pati dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup Myrna Safitri, Kepala Otorita IKN menunjuk Troy untuk membantu dalam berbagai aspek komunikasi publik. Dedikasi dan kontribusinya dalam pembangunan IKN akan selalu diingat. Pembaca dapat membaca rincian lebih lanjut mengenai rencana pemulangan jenazah di Jenazah Jubir IKN Troy Pantouw Bakal Tiba di Jakarta Besok.
Kematian Troy Pantouw merupakan kehilangan besar bagi Otorita IKN dan bangsa Indonesia yang tengah berupaya mewujudkan Ibu Kota Nusantara. Peran aktifnya dalam mengomunikasikan visi dan misi IKN telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan ibu kota baru ini. Meskipun kepergiannya mendadak, warisan semangat dan dedikasinya akan terus menginspirasi. Seluruh jajaran Otorita IKN menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.