Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan sebuah capaian ekonomi signifikan bagi Indonesia, menyoroti keberhasilan bank emas atau bullion bank nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026, Prabowo dengan bangga memaparkan bahwa lembaga tersebut telah mengelola 153 ton emas hanya dalam waktu satu tahun sejak pendiriannya. Nilai emas yang dikelola ini, menurut Prabowo, mencapai angka fantastis US$20 miliar, sebuah indikator kuat dari potensi ekonomi Indonesia yang terus berkembang.
Presiden menyampaikan pencapaian ini sebagai salah satu prestasi bersejarah bagi bangsa. Prabowo menekankan bahwa ini adalah kali pertama Indonesia memiliki lembaga pengelola emas dengan skala sebesar itu. Kehadiran dan kinerja bullion bank nasional ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa negara serta memberikan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Pengelolaan Emas Bullion Bank Nasional: Sebuah Terobosan Global
Detail mengenai volume emas yang berhasil bullion bank nasional kelola menjadi sorotan utama dalam pidato Presiden. Bank tersebut berhasil menghimpun dan mengelola 153 ton emas, dengan nilai setara US$20 miliar, dalam kurun waktu satu tahun. Angka ini tidak hanya mencerminkan kapasitas operasional yang luar biasa tetapi juga kepercayaan pasar terhadap lembaga keuangan baru ini. Rosan Roeslani, yang menjabat sebagai CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi, turut mengonfirmasi nilai kelolaan emas tersebut saat Presiden Prabowo bertanya langsung dalam sidang kabinet.
Prabowo menyatakan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan nilai kelolaan bank emas di masa mendatang. “Ini juga kekuatan ekonomi yang dunia lihat,” ujarnya, menegaskan bahwa capaian ini akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Keberhasilan dalam **Pengelolaan Emas Bullion Bank Nasional** ini Prabowo anggap sebagai bukti nyata kemampuan Indonesia untuk bersaing di kancah ekonomi global, bahkan tanpa banyak publisitas. Presiden menantang pihak lain untuk membandingkan capaian ini dengan negara mana pun, menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia telah mencatat prestasi berskala dunia secara diam-diam. Untuk informasi lebih lanjut mengenai capaian ini, publik dapat merujuk pada laporan terkait Prabowo Pamer Bullion Bank RI Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun.
Memperkuat Posisi Ekonomi Indonesia di Kancah Internasional
Capaian signifikan dalam **Pengelolaan Emas Bullion Bank Nasional** ini tidak hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari kekuatan ekonomi Indonesia yang mulai dunia perhitungkan secara serius. Prabowo menggarisbawahi bahwa keberadaan bank emas dengan kapasitas pengelolaan sebesar ini adalah penanda kemandirian ekonomi dan kemampuan negara dalam mengoptimalkan sumber daya alamnya. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan negara dapat mengelola kekayaan secara efektif di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada institusi asing, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh untuk masa depan.
Visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang dunia segani tercermin jelas dalam inisiatif pendirian bullion bank ini. Dengan mengelola aset emas dalam jumlah besar, Indonesia tidak hanya meningkatkan cadangan strategisnya tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada investor global tentang stabilitas dan potensi pertumbuhan ekonominya. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan kronis bangsa yang selama ini menghambat laju pembangunan.
Danantara: Pilar Dana Kedaulatan dan Energi Masa Depan
Selain capaian bullion bank, Presiden Prabowo juga menyoroti keberadaan Danantara sebagai salah satu prestasi bangsa yang tak kalah penting dan akan dikenang sejarah. Danantara, yang Prabowo maknai sebagai Daya Anagata Nusantara, adalah daya atau energi masa depan bagi tanah air. Lembaga ini didirikan pada Februari 2025 sebagai badan pengelola investasi negara atau sovereign wealth fund, dengan tujuan menampung dan mengelola kekayaan negara untuk generasi penerus.
Prabowo mengungkapkan kebanggaannya atas kinerja Danantara, yang kini mengelola aset bernilai lebih dari US$1.000 miliar. Angka ini menunjukkan skala kekayaan negara yang sebelumnya mungkin tidak terpantau atau dipahami sepenuhnya. Dana kedaulatan ini berfungsi sebagai cadangan strategis dan energi masa depan bagi anak cucu bangsa. Kehadiran Danantara diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset negara dan mencegah kebocoran kekayaan yang selama ini mungkin terjadi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Danantara dan perannya, dapat dilihat pada artikel Prabowo Bangga RI Punya Danantara, Ungkap Prestasi Penting Ini.
Secara keseluruhan, pidato Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintahannya dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Melalui pendirian dan kinerja institusi seperti bullion bank nasional dan Danantara, Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk mengelola kekayaan alam dan finansialnya secara mandiri. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga harapan besar bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih stabil dan sejahtera di panggung global.